HALMAHERA TENGAH, INTRAS.NEWS — Aliansi Pemuda Peduli Gebe bersama masyarakat dari delapan desa di Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, menggelar aksi demonstrasi pada Senin (21/9/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan kritik terhadap pelayanan pemerintah kecamatan dan mendesak pergantian Camat Pulau Gebe.
Tuntutan itu terlihat dari spanduk yang dibentangkan massa, salah satunya bertuliskan “Camat Tidak Becus #GantiCamat”. Spanduk lain juga memuat protes terhadap kondisi pelayanan publik di Pulau Gebe.
Massa aksi menilai pemerintah kecamatan belum mampu menjawab sejumlah persoalan pelayanan dasar yang telah lama dikeluhkan warga. Mereka menilai camat seharusnya lebih aktif menyuarakan serta mengawal kepentingan masyarakat kepada pemerintah daerah.
Salah seorang perwakilan massa mengatakan, persoalan listrik, air bersih, dan jaringan telekomunikasi di Pulau Gebe membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
“Kami menilai camat tidak becus menangani persoalan yang dihadapi masyarakat. Padahal peran camat seharusnya peka dan mampu mengawal problem ini sampai ke pemerintah daerah. Karena itu, kami meminta Camat Pulau Gebe diganti. Masyarakat membutuhkan pemimpin kecamatan yang benar-benar mampu memperjuangkan kepentingan warga,” ujar salah seorang massa aksi.
Selain mendesak pergantian camat, massa juga menyoroti layanan kelistrikan PLN, ketersediaan air bersih melalui PDAM, serta jaringan telekomunikasi dan internet yang dinilai belum berjalan maksimal.
Menurut mereka, persoalan tersebut tidak lagi sekadar mengganggu layanan publik, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kehidupan sehari-hari warga di wilayah kepulauan itu.
“Listrik bermasalah, air bersih tidak maksimal, jaringan komunikasi juga tidak normal. Ini sudah lama dirasakan masyarakat. Kami ingin pemerintah daerah turun langsung dan melihat kondisi yang sebenarnya terjadi di Pulau Gebe,” kata perwakilan massa.
Dalam aksi itu, Aliansi Pemuda Peduli Gebe mendesak Bupati Halmahera Tengah hadir langsung di Pulau Gebe bersama organisasi perangkat daerah serta instansi terkait.
Massa meminta pemerintah daerah tidak hanya mendengar aspirasi warga, tetapi juga membawa langkah penyelesaian yang konkret. Tuntutan tersebut meliputi penyediaan mesin PLN baru, mesin PDAM baru, serta pemulihan jaringan telekomunikasi di Pulau Gebe.
Tuntutan “#GantiCamat” menjadi salah satu poin yang menonjol dalam demonstrasi tersebut. Massa menilai pergantian camat perlu dipertimbangkan apabila pemerintah kecamatan dinilai tidak mampu menjalankan fungsi pelayanan dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Aliansi Pemuda Peduli Gebe berharap Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah segera merespons tuntutan warga dan memastikan masyarakat di delapan desa Pulau Gebe memperoleh pelayanan publik yang layak.




















