TERNATE, INTRAS.NEWS — Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Ternate memperkuat komunikasi dan sinergi kelembagaan dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Maluku Utara.
Penguatan sinergi tersebut ditandai melalui pertemuan jajaran ISEI Cabang Ternate bersama Kepala KPw BI Maluku Utara selaku Dewan Pembina ISEI Cabang Ternate di Ruang Rapat Besar Bank Indonesia Maluku Utara, Ternate, Jumat (4/9/2026).
Pertemuan menjadi momentum bagi ISEI Cabang Ternate untuk menyampaikan hasil Sidang Pleno ISEI XXV yang berlangsung di Bogor pada 26–28 Agustus 2026, sekaligus membahas peluang penguatan program bersama antara ISEI dan Bank Indonesia.
Sidang Pleno XXV dan Seminar Nasional ISEI 2026 mengangkat agenda penguatan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi dalam mendorong stabilitas ekonomi, hilirisasi dan industrialisasi, serta penguatan ekonomi kerakyatan.
Ketua ISEI Cabang Ternate, Prof. Dr. Rusman Soleman, SE., M.Si., Ak., CA, hadir bersama Sekretaris ISEI Cabang Ternate, Dr. Thahrim Imam, S.E., M.Si., serta sejumlah pengurus ISEI.
Bagi ISEI Cabang Ternate, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyampaian hasil pleno, tetapi juga menjadi ruang untuk menyelaraskan agenda organisasi dengan kebutuhan pembangunan ekonomi di Maluku Utara.
“Pertemuan ini menjadi bagian penting dari upaya kami menyampaikan hasil Sidang Pleno XXV sekaligus membangun kesepahaman mengenai program-program yang dapat disinergikan antara ISEI Cabang Ternate dan Bank Indonesia,” kata Prof. Rusman.
Ia menegaskan, ISEI memiliki posisi strategis sebagai wadah para akademisi dan ekonom untuk memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai persoalan ekonomi daerah.
“Ke depan, kami ingin kontribusi ISEI tidak berhenti pada forum akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan dan program yang memberikan manfaat nyata bagi pembangunan ekonomi Maluku Utara,” ujarnya.
Dorong Kolaborasi Lebih Konkret
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila, yang juga merupakan Dewan Pembina ISEI Cabang Ternate, menyambut baik komunikasi dan koordinasi yang dilakukan tersebut.
Pembahasan dalam pertemuan diarahkan pada peluang penguatan kolaborasi, terutama dalam bidang kajian ekonomi, pengembangan sumber daya manusia, penguatan UMKM, serta isu-isu strategis perekonomian Maluku Utara.
“Sinergi antara Bank Indonesia dan ISEI perlu terus diperkuat. Dengan kekuatan akademik dan kajian yang dimiliki ISEI, kita dapat bersama-sama memberikan kontribusi pemikiran terhadap berbagai tantangan ekonomi daerah,” kata Handi.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha semakin penting dalam merespons dinamika ekonomi daerah.
Hal tersebut sejalan dengan arah ISEI secara nasional yang menempatkan sinergi antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah sebagai bagian penting dalam mendukung perumusan kebijakan serta pembangunan ekonomi.
Senada dengan itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Maluku Utara, Fadhil Muhammad, menilai sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan merupakan bagian penting dalam memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
“Kolaborasi menjadi kunci. Bank Indonesia tidak dapat bekerja sendiri dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi daerah. Dibutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Fadhil.
Ia mengatakan, ISEI dapat menjadi mitra strategis Bank Indonesia, khususnya dalam menghasilkan kajian, rekomendasi, serta gagasan yang dapat mendukung pengambilan kebijakan ekonomi di Maluku Utara.
“ISEI memiliki kekuatan dari sisi akademik dan sumber daya pemikiran. Ini tentu menjadi potensi yang sangat baik untuk bersama-sama memperkuat kajian dan merumuskan solusi terhadap persoalan ekonomi di Maluku Utara,” katanya.
Fadhil menambahkan, berbagai tantangan ekonomi daerah, mulai dari penguatan sektor riil, ketahanan pangan, pengembangan UMKM, hingga peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak.
“Yang kita harapkan adalah sinergi ini dapat menghasilkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak dan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dari Hasil Pleno Menuju Program Daerah
Sekretaris ISEI Cabang Ternate, Dr. Thahrim Imam, mengatakan hasil Sidang Pleno XXV di Bogor perlu diterjemahkan ke dalam konteks kebutuhan dan karakteristik daerah.
“Yang paling penting setelah pleno adalah bagaimana gagasan dan rekomendasi yang berkembang dapat kita bawa ke daerah dan dikembangkan menjadi agenda yang relevan dengan karakteristik ekonomi Maluku Utara,” ujarnya.
Menurut Thahrim, Maluku Utara memiliki potensi ekonomi yang besar sehingga membutuhkan kontribusi pemikiran dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan ekonom.
“ISEI Cabang Ternate siap menjadi bagian dari proses tersebut melalui kajian, diskusi, riset, maupun kegiatan kolaboratif lainnya bersama Bank Indonesia dan pemangku kepentingan,” katanya.
Pertemuan ISEI Cabang Ternate dan Bank Indonesia Maluku Utara diharapkan menjadi pijakan awal untuk menyusun agenda bersama yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Sinergi tersebut juga diharapkan memperkuat peran ISEI sebagai jembatan antara dunia akademik, kebijakan pemerintah, dan kebutuhan dunia usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Maluku Utara.
Dengan demikian, hasil Sidang Pleno ISEI XXV di Bogor diharapkan tidak berhenti sebagai rekomendasi di tingkat nasional, tetapi dapat diterjemahkan menjadi gagasan, kajian, dan program yang relevan dengan kebutuhan pembangunan ekonomi di tingkat daerah.




















