Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Nasional

Al Hidayat Samsu: Nilai 4 Pilar Harus Hadir Menjawab Tantangan Generasi Muda di Era Digital

badge-check

Al Hidayat Samsu: Nilai 4 Pilar Harus Hadir Menjawab Tantangan Generasi Muda di Era Digital Perbesar

MAKASSAR, INTRAS.NEWS — Anggota MPR RI, H. Al Hidayat Samsu, S.Pd., M.Pd., menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dalam kehidupan generasi muda yang terus berubah seiring perkembangan teknologi dan transformasi digital.

Hal tersebut disampaikan Al Hidayat Samsu dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dilaksanakan pada 13 September 2026 di Aula Yayasan Pendidikan Laniang, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk memperkuat pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, tentang pentingnya mengamalkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di ruang digital.

Al Hidayat mengatakan generasi muda saat ini menghadapi berbagai persoalan yang sebelumnya belum muncul dalam skala yang sama. Perkembangan teknologi digital, menurutnya, menghadirkan peluang sekaligus tantangan, mulai dari disinformasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), budaya digital, perubahan dunia kerja, hingga interaksi global yang berlangsung semakin cepat.

“Generasi muda menghadapi persoalan yang sebelumnya tidak pernah dihadapi dalam skala yang sama, seperti disinformasi, kecerdasan buatan, budaya digital, perubahan dunia kerja, dan interaksi global yang sangat cepat. Nilai 4 Pilar perlu diterjemahkan ke dalam konteks baru,” ujar Al Hidayat.

Ia menekankan bahwa Pancasila tidak boleh dipahami semata sebagai materi teoritis atau hafalan. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam persoalan nyata yang dihadapi masyarakat, termasuk dalam penggunaan teknologi digital.

Menurutnya, etika menggunakan AI, menjaga privasi, menghormati karya dan hak orang lain, serta tidak menyebarkan informasi palsu merupakan wujud nyata tanggung jawab sebagai warga negara di era digital.

“Pancasila tidak harus menjadi materi yang terasa kuno. Nilai dasarnya dapat menjadi pedoman menghadapi persoalan modern. Etika menggunakan AI, menjaga privasi, menghormati karya orang lain, dan tidak menyebarkan informasi palsu dapat dibahas sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara di era digital,” jelasnya.

Al Hidayat menambahkan, pemahaman Empat Pilar MPR RI yang meliputi Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara, perlu terus dikembangkan melalui pendekatan yang relevan dengan kehidupan masyarakat.

Dalam konteks generasi muda, lanjutnya, pengamalan nilai kebangsaan tidak cukup hanya ditunjukkan dalam ruang-ruang formal. Nilai tersebut juga harus tercermin dalam perilaku di ruang digital, seperti membangun komunikasi yang santun, menghargai perbedaan pendapat, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, serta memanfaatkan teknologi secara produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Ruang digital juga merupakan bagian dari kehidupan kebangsaan kita. Karena itu, karakter warga negara harus tetap hadir di dalamnya. Kemajuan teknologi harus diiringi dengan tanggung jawab, etika, dan kesadaran bahwa setiap tindakan di ruang digital dapat berdampak kepada orang lain,” katanya.

Ia berharap Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi mampu mendorong masyarakat untuk mengimplementasikan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

MPR RI menempatkan sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai bagian dari upaya membangun karakter serta memperkuat pemahaman masyarakat terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Generasi muda harus menjadi bagian dari proses menjaga nilai-nilai kebangsaan. Kita tidak bisa meminta mereka kembali ke masa lalu, tetapi kita harus memastikan nilai-nilai kebangsaan mampu menjadi bekal mereka menghadapi masa depan,” pungkas Al Hidayat.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan di Aula Yayasan Pendidikan Laniang tersebut, pemahaman mengenai Empat Pilar MPR RI diharapkan semakin dekat dengan realitas kehidupan masyarakat, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tantangan global yang semakin kompleks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Read More

Kapita Tampilkan Identitas Maluku Utara di Kriyanusa 2026, Hasby Yusuf Apresiasi

30 Sep 2026 - 23:23 WIB

Kapita Tampilkan Identitas Maluku Utara di Kriyanusa 2026, Hasby Yusuf Apresiasi

GPRH Soroti Penyaluran DBH Rp102,87 Miliar untuk Halsel, Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

29 Sep 2026 - 13:43 WIB

GPRH Soroti Penyaluran DBH Rp102,87 Miliar untuk Halsel, Desak KPK dan Kejagung Usut Dugaan Suap

Kasus Ali Daud Belum Terungkap, Pemuda Fagogoru Desak Kapolri Copot Kapolda Malut

28 Sep 2026 - 15:48 WIB

Kasus Ali Daud Belum Terungkap, Pemuda Fagogoru Desak Kapolri Copot Kapolda Malut

Gagal Ungkap Pelaku, FORMAPAS MALUT Minta Polda Hentikan Spekulasi soal Kelompok Nomaden

26 Sep 2026 - 17:31 WIB

Gagal Ungkap Pelaku, FORMAPAS MALUT Minta Polda Hentikan Spekulasi soal Kelompok Nomaden

Ternate Jadi Titik Temu BEM Seluruh Indonesia, Universitas Khairun Tuan Rumah RAKERNAS XIX

24 Sep 2026 - 09:38 WIB

Ternate Jadi Titik Temu BEM Seluruh Indonesia, Universitas Khairun Tuan Rumah RAKERNAS XIX
Trending on Daerah