JAKARTA, INTRAS.NEWS – Isu Palestina kembali menggema dari Kompleks Parlemen DPR RI. Di tengah dinamika politik global, perhatian terhadap Masjidil Aqsa dan perjuangan rakyat Palestina kembali ditegaskan sebagai persoalan kemanusiaan yang tidak boleh tenggelam oleh berbagai kepentingan dunia.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, saat menghadiri Simposium Masjidil Aqsa dan Palestina (SIMATINA) 2026 di Kompleks Parlemen DPR RI, Senin (31/8/2026).
Ahmad Doli yang juga menjabat sebagai Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia mengapresiasi terselenggaranya SIMATINA 2026. Menurutnya, forum tersebut bukan sekadar ruang diskusi, tetapi menjadi momentum penting untuk kembali memperkuat perhatian terhadap Masjidil Aqsa dan perjuangan rakyat Palestina.
“Kami sangat mengapresiasi terselenggaranya SIMATINA 2026. Ini tentunya menjadi momentum untuk memperkuat perhatian terhadap Masjidil Aqsa serta perjuangan rakyat Palestina,” ujar Ahmad Doli.
Menurutnya, perhatian terhadap Palestina tidak boleh berhenti sebatas pernyataan solidaritas. Dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina harus terus diperkuat melalui berbagai jalur, termasuk diplomasi parlemen.
Sebagai Ketua Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Ahmad Doli menegaskan komitmennya untuk terus menyuarakan perjuangan menuju kemerdekaan Palestina.
“Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia akan terus menyuarakan untuk kemerdekaan Palestina,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa isu Palestina tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial. Di tengah konflik dan ketidakpastian yang terus membayangi kawasan Timur Tengah, perjuangan rakyat Palestina dinilai masih membutuhkan perhatian serius serta dukungan politik dari komunitas internasional.
Dari Kompleks Parlemen DPR RI, pesan itu kembali disampaikan: Palestina belum selesai, Masjidil Aqsa tidak boleh dilupakan, dan perjuangan menuju kemerdekaan Palestina harus terus diperjuangkan.




















